Teknologi yang telah diciptakan untuk melawan Covid-19
Teknologi yang telah diciptakan untuk mengatasi covid-19 secara medis dan non medis adalah :
1. Non-PCR diagnostic test/ Rapid Detection Test (RDT) Covid-19
RDT Kit yang terdiri dari dua perangkat, yakni RDT Kit untuk deteksi antibodi IgG/IgM (antibodi yang dihasilkan tubuh saat terpapar virus corona), dan RDT Kit untuk deteksi antigen micro-chip. RDT dapat mengaktifkan akses cepat (15-40 menit) dan terdesentralisasi untuk pengujian,tetapi umumnya mengalami penurunan kerja jika dibandingkan dengan test lab karena Tes dengan sensivitas setinggi mungkin haruslah diprioritaskan untuk meminimalkan negatif palsu,karena hal ini dapat menyebabkan untuk kasus yang hilang. Kekhususan yang tinggi juga penting,terutama sebagai prevalensi menurun. Rapid test saat ini telah tersedia di seluruh puskesmas di seluruh indonesia,untuk biayanya bisa ratusan sampai jutaan.
2. PCR Test Kit
PCR test kit ini mempunyai sensitivitas tinggi (100 persen) terhadap SARS-CoV-2 dengan menggunakan sistem terbuka (open system) sehingga bisa digunakan di berbagai alat RTPCR Open system (bisa digunakan di berbagai alat RT-PCR). Hasil negatif untuk tiap tes PCR tidak meyakinkan kemungkinan infeksi.
3. Penggunaan AI untuk penanganan Covid-19
Teknologi AI untuk penanganan Covid-19, akan dilakukan TFRIC-19 melalui Sub-tim Artificial Intelligence. Prinsip kerjanya, berdasarkan data X-Ray dan CT-Scan dari pasien yang positif dan negatif Covid-19, akan dibangun model AI. Selanjutnya dibuat software berbasis AI untuk mendeteksi Deteksi Covid-19 dari CT-scan & X-ray yang dapat digunakan untuk membantu pendeteksian dini pasien dengan validasi dari radiolog dan dokter. AI bisa digunakan untuk menjadi landasan pengambilan keputusan dan kebijakan oleh pejabat yang berwenang.
4. Whole Genome Sequencing (WGS) Covid-19 asal Indonesia
WGS juga dilakukan oleh TFRIC-19 untuk tujuan desain vaksin dan kegiatan epidemiologi Covid-19 di Indonesia. Data WGS bermanfaat untuk memberikan gambaran profil genetik virus SARS-CoV-2 di Indonesia.
5. Emergency Ventilator
Produk ini mengadopsi desain open source yang dikembangkan di Eropa dengan modifikasi sesuai material dan komponen yang ada di pasar lokal. Ventilator portabel ini menggunakan ambu bag (alat untuk memompa oksigen atau pipa berkatup). Cara kerja ambu bag ini akan dipompa dengan alat mekanisme menggunakan motor listrik yang dikendalikan secara otomatis.
6. Aplikasi Covid Track
Melalui aplikasi ini, ketika seorang dokter akan melakukan anamnesa dan mulai mendata pasien, berdasarkan NIK yang dimasukkan, dokter akan tahu apakah pasien tersebut sudah pernah terdata sebelumnya.
7. Mobile Lab BSL-2
Mobile Lab BSL-2 ini dibangun di atas kontainer yang diharapkan bisa dikirimkan ke berbagai daerah untuk memudahkan pelaksanaan uji PCR dalam rangka mendeteksi Covid-19.
Selanjutnya,para periset mengklaim menemukan lima kombinasi obat yang dinilai efektif melawan virus corona pada Jum'at,20 Juni 2020 lalu,kombinasi obatnya yaitu :
1. loprinavir-ritonavir-azitromisin,
2. loprinavir-ritonavir-doxixiclin,
3. loprinavir-ritonavir-klaritomisin,
4. hidroksiklorokuin-azitromisin,
5. hidroksiklorokuin-doksisiklin
Selain efektif, paduan tersebut diklaim memiliki toksisitas yang minim untuk pasien. Namun obat yang dihasilkan dari kolaborasi Unair, BNPB, dan BIN atau Badan Intelijen Negara ini belum dijual bebas.
Ada juga beberapa obat temuan lain sebagai obat corona yaitu :
1. Aneka rempah
Tim Riset Corona & Formulasi Vaksin Prof Nidom Foundation (PNF) mengaku menemukan kombinasi rempah yang punya efek antiviral. Konsumsi empon-empon membantu meningkatkan daya imun tubuh. Ketiganya bahannya sama, yaitu terdiri atas jahe, kunyit, sereh, dan temulawak.
2. Minyak tanaman eucalyptus
Kementan mematenkan tiga produk 'antivirus' corona berbasis tanaman atsiri eucalyptus karena kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol) dianggap paling berdampak menekan pertumbuhan berbagai jenis virus influenza termasuk Corona. Berdasarkan uji laboratorium Balitbang, eucalyptus mampu membunuh virus virus influenza, virus beta dan gamma corona dalam skala 80-100 persen.
3. Klorokuin
Pada bulan Mei lalu,seperti yang dikutip dalam artikel kumparan.com Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilaporkan telah mendesak Indonesia untuk menangguhkan sementara pemakaian klorokuin dan hidroksiklorokuin sebagai obat pasien virus corona, menurut laporan Reuters. Seorang narasumber Reuters yang tidak disebutkan namanya mengatakan, desakan tersebut diberikan seiring munculnya kekhawatiran terkait keamanan pasien yang diberikan obat anti-malaria tersebut. WHO sendiri telah menghentikan sementara uji klinis obat klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk perawatan pasien virus corona COVID-19 pada Senin (25/5). Keputusan itu diambil setelah sebuah riset terbaru di jurnal medis The Lancet menemukan bahwa pasien COVID-19 dalam kondisi parah yang diberikan obat hidroksiklorokuin dan klorokuin lebih berisiko meninggal dunia. Namun,Indonesia sendiri masih menggunakan klorokuin untuk pasien corona seperti di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet. Pemberian klorokuin kepada seluruh pasien Corona di Wisma Atlet tidak memiliki efek samping serius atau berbahaya.
4. Ramuan tradisional NTT untuk obat corona
Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat) menyebutkan bahwa ramuan yang mampu menyembuhkan virus corona baru itu merupakan obat tradisional yang sering digunakan warga NTT dalam menyembuhkan beberapa jenis penyakit yang dialami warga daerah ini. Ramuan tradisional untuk Covid-19 itu sudah dikirim ke Jakarta untuk digunakan dalam penanganan pasien Covid.
Daftar Pustaka :
https://tekno.kompas.com/read/2020/06/05/20090037/deretan-teknologi-yang-dipakai-melawan-pandemi-covid-19?page=all
https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20200520171118-199-505425/7-inovasi-buatan-indonesia-lawan-covid-19
https://www.merdeka.com/peristiwa/gubernur-ntt-klaim-temukan-obat-tradisional-penawar-covid-19.html
https://kumparan.com/kumparansains/who-desak-indonesia-setop-pakai-klorokuin-sebagai-obat-pasien-corona-1tUiZtbyqaR/full
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5056039/apakah-obat-corona-sudah-ditemukan-di-indonesia-ini-perjalanannya
https://www.antaranews.com/berita/1720546/14-wgs-virus-sars-cov-2-penyebab-covid-19-di-indonesia-dideteksi-bppt
https://www.who.int/diagnostics_laboratory/eul_0489_185_00_path_covid19_ce_ivd_ifu_issue_2.0.pdf?ua=1
https://news.detik.com/berita/d-5031349/mengenal-apa-itu-rapid-test-biaya-dan-lokasi-tes-covid-19
https://www.finddx.org/wp-content/uploads/2020/05/FIND_COVID-19_RDTs_18.05.2020.pdf

Komentar
Posting Komentar