Vaksin untuk Covid-19

Demi mencegah pandemi ini terjadi lagi, banyak ilmuan berusaha keras untuk membuay vaksin yang tepat. Tapi, sebelum membahas itu, kita harus tahu terlebih dahulu cara virus Corona menyerang tubuh kita. 

Yuk simak video ini

Virus corona ditularkan melalui air liur. Ketika kita menyentuh benda yang terinfeksi corona. Kemudian tangan kita diusapkan ke bagian wajah akan membuat virus masuk melalui mata , hidung, dan mulut. Setelah masuk melewati pernapasan dan bergerak menuju sel  . Virus ini akan menempel pada sel yang cocok lalu ujung ekor virus menempel di daerah reseptor (fase adsorpsi). Pada fase injeksi, selubung ekor berkontraksi membentuk lubang yang menembus dinding dan membran sel.Setelah RNA masuk ke dalam sel ,maka RNA merusak dan mengendalikan  sel. Pada fase Replikasi, RNA fag mengadakan replikasi RNA menggunakan DNA bakteri sebagai bahan dan untuk membentuk selubung protein (sintesis protein). Setelah terbentuk asam nukleat dan protein  lalu digunakan untuk membuat virion yang selanjutnya terbentuklah virus (perakitan). Kemudian mengalami fase pembebasan yaitu sel akan lisis atau pecah yang akan melepaskan virus-virus baru untuk kembali menginfeksi sel-sel inangnya.

Saat sel yang terinfeksi memenuhi paru-paru, sistem imun akan melawan. Ketika imun tidak mampu melawan keadaan akan berbalik dan membuat imun menyerang sel sehat. Akhirnya menyebar ke tubuh dan  akan memberikan efek parah yaitu radang paru-paru. Bahkan dapat menyerang darah dan bisa membuat kematian. Efek lain virus ini adalah menimbulkan batuk yang terjadi terus menerus. Efek ini yang dapat menularkan kepada orang lain karena virus berupa cairan yang dikeluarkan dari batuk tidak akan langsung mati. Namun dapat bertahan beberapa jam dan bila menempel pada orang akan masuk ketubuh dan berkembang biak.menjadi banyak.

Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah persebaran korona yang semakin luas adalah dengan pemberian vaksin. Namun, Virus corona merupakan Virus RNA yang  cepat melakukan perubahan dan mutasi. Mutasi ini akan mengubah tingkat keparahan penyakit yang disebabkannya. Virus yang telah bermutasi biasanya lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya.Kondisi tersebut berpengaruh pada pengembangan vaksin Corona. Sebab, virus terus saja bermutasi dari waktu ke waktu yang mengubah perilakunya dalam menginfeksi. Meskipun demikian, saat ini vaksin virus corona dalam masa uji coba untuk mengetahuu efeknya.


Lalu, bagaimana hubungan vaksin dan proses proliferasi? Cara kerja vaksin virus corona sama dengan vaksin lainnya. Vaksin COVID-19 akan merangsang sistem imunitas untuk membuat zat kekebalan tubuh (antibodi) yang bertahan cukup lama. Zat ini nantinya akan melawan antigen dari patogen (virus corona) COVID-19 masuk ke dalam tubuh.


Bila antigen penyakit COVID-19 menyerang kembali, maka akan muncul reaksi imunitas yang kuat dari tubuh. Tujuannya untuk menghancurkan antigen tersebut atau jika virus bisa masuk dan menginfeksi sel, maka antibodi mampu mendeteksi pd daur hidupnya dan mencegah proses proliferasi virus.


Biologi

Oleh : Romadhon


Daftar Pustaka

Komentar

Postingan Populer