Penerapan Unsur Kimia pada saat masa pandemi
Hand Sanitizer dan Sabun
Dalam masa pandemi seperti sekarang ini, tiga benda di atas rasanya sudah akrab sekali di telinga. Tiap ada keperluan mendesak ke luar rumah, kita wajib bawa hand sanitizer. Tiap pulang ke rumah atau menyentuh benda-benda yang dikhawatirkan terkontaminasi virus, kita harus cuci tangan minimal 20 detik. Tak sedikit pula petugas sterilisasi yang menggendong tas besi berisi disinfektan, menyisir sarana dan prasarana umum untuk disemprot.
Tapi sebenarnya apa sih benda-benda tadi?
1. Hand sanitizer/Antiseptik
Hand Sanitizer atau antiseptik adalah zat cair dengan komposisi : alkohol, hidrogen peroksida, akuades, dan gliserol atau fragrance. Hand sanitizer berfungsi untuk membersihkan tangan dari beberapa jenis virus atau bakteri. WHO sendiri menyarankan formula hand sanitizer berupa :
Formula 1
Ethanol 90% 8333 ml
Hidrogen peroksida 3% 417 ml
Gliserol 98% 145 ml
Akuades
Formula 2
Isopropil alkohol 99,8% 7515 ml
Hidrogen peroksida 3% 417 ml
Gliserol 98% 145 ml
Akuades
Dari formula di atas, kita tahu bahwa alkohol merupakan senyawa penting yang mendominasi campuran antiseptik. Tapi, alkohol yang digunakan adalah etanol dan/atau isopropil alkohol dengan persentase tidak penuh. Kenapa tidak menggunakan methanol atau alkohol murni? Mari kita bedah senyawa antiseptik dengan menggunakan konsep kimia unsur.
a) Etanol, atau etil alkohol merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini ditemukan dalam minuman keras, antiseptik, dsb.
• alkohol rantai tunggal
• rumus kimia C2H5OH
• rumus empiris C2H6O
• unsurnya :
H (hidrogen) gol I A periode 1
b) Isopropil alkohol, alkohol sekunder paling umum digunakan
• rumus kimia C3H7OH
• rumus empiris C3H8O
• unsurnya :
H (hidrogen) gol I A periode 1
c) Hidrogen Peroksida, digunakan sebagai oksidator, zat pemutih, dan antiseptik. Sedikit lebih kental dari air dan berwarna biru pucat.
• rumus kimia H202
• unsurnya :
d) Gliserol, senyawa gliserida yang paling sederhana, dengan hidroksil yang bersifat hidrofilik dan higroskopik. Gliserol merupakan komponen yang menyusun berbagai macam lipid, termasuk trigliserida. Gliserol terasa manis saat dikecap, namun bersifat racun. Umumnya dipakai sebagai bau-bauan.
• rumus kimia C3H8O3
• unsurnya :
H (hidrogen) gol I A periode 1
e) Akuades, adalah air murni yang telah disterilisasi.
• rumus kimia H20
• unsurnya :
2. Sabun
Sabun adalah senyawa natrium/kalium dengan asam lemak dari minyak nabati atau hewani yang berbentuk padat, lunak atau cair, berbusa, digunakan sebagai pembersih, dengan menambahkan zat pewangi, dan bahan lainnya yang tidak membahayakan kesehatan (SNI, 1994). Senyawa yang umum ditemukan pada sabun adalah KOH dan atau NAOH
a) KOH, unsurnya :
K (kalium) gol I A periode 4H (hidrogen) gol I A periode 1
b) NaOH, unsurnya :
Na (Natrium, gol I A periode 3H (hidrogen) gol I A periode 1
gambar molekul amphipiles dalam sabun.
Tapi, sebenarnya bagaimana cara sabun dan hand sanitizer bisa bermanfaat dalan situasi pandemi seperti ini? Mari simak video ini.
Oleh Rizki





Komentar
Posting Komentar